Makassar, Sulawesi Selatan (0411)854977 - 854988,Fax:854995 makassar@bpk.go.id
Pembahasan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Pada Pemerintah Provinsi Dan Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Selatan
Halal Bihalal Dan Pisah Sambut Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Knowledge Transfer Forum
Penyerahan LHP LKPD Kabupaten Jeneponto TA 2017
Menelisik Cara Kerja BPK dalam Memeriksa Keuangan Negara
previous arrow
next arrow
Slider

The Base Values

Integritas

Kami membangun nilai integritas dengan bersikap jujur, objektif, dan tegas dalam menerapkan prinsip,...

Read More

Independensi

Kami menjunjung tinggi independensi, baik secara kelembagaan, organisasi, maupun individu. Dalam semua hal...

Read More

Profesionalisme

Kami membangun nilai profesionalisme dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, ketelitian, dan kecermatan, serta berpedoman...

Read More

Our Community

We join various communities

previous arrow
next arrow
Slider

Our Chairman’s Quote

Hadi Poernomo adalah sosok kepribadian ramah, yang visioner dan pekerja keras dalam memimpin BPK. Beliau memanfaatkan segala ptensi dan sumber daya yang dimiliki guna mengemban amanat konstitusi.

“Setiap pegawai, baik atasan maupun bawahan, senantiasa membiasakan diri untuk mengucapkan “Tolong, Maaf, dan Terima Kasih”, agar terjalin rasa saling menghargai dan dihargai antarsesama pegawai”

-Hadi Poernomo-

Hadi Poernomo Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (2009 – 2014)

Anwar Nasution memimpin BPK dengan memegang teguh keyakinan bahwa baginya, penting menjadi seorang pemimpin yang menjaga moralnya karena seorang pemimpin yang menjaga moralnya karena seorang pemimpin akan dicontoh oleh bawahannya. Jika pimpinannya baik, bawahannya juga akan baik.

“Mahkota sebuah institusi itu ada dua, Integritas (moral) dan kualitas (SDM).”

-Anwar Nasution-

Anwar Nasution Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (2004 – 2009)

Satrio Budiharjo Joedono atau yang akrab dipanggil Billy Joedono adalah ketua BPK yang menjabat di awal Reformasi. Billy memimpin BPK pada saat terjadi perubahan besar di Indonesia dan mulai melakukan reformasi kelembagaan BPK.

“Bila ingin menyapu, harus menggunakan sapu yang bersih”

-Billy Joedono-

Satrio BudiHarjo Joedono Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1998 – 2004)

Terlahir sebagai seorang anak petani, memberikan pengalaman hidup tersendiri bagi pri yang akrab dipanggil Pak Marlin ini. Besar dengan sang kakek dan ikut bekerja bersama sang paman, mengajarkan kepadanya nilai – nilai hidup seperti kerja keras, rajin, jujur, dan tanpa pamrih.

“Hendaknya masyarakat bisa mengenal lebih dekat lembaga yang bertugas mengawal keuangan negara, dan ikut dalam menciptakan ketertiban penggunaan uang negara”

-J.B.Sumarlin-

J. B. Sumarlin Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1993 – 1998)

Jenderal M. Jusuf adalah salah satu tokoh pejuang yang dikagumi dan menginspirasi. Sikapnya yang selalu memperhatikan kesejahteraan prsjurit, ia lakukan pula kepada para pegawai BPK. Disiplin waktu dan religius adalah ciri khas dari dirinya. Ia sosok yang senang membantu orang lain karena tidak ingin melihat orang lain susah. Dan sebaliknya, ia pribadi yang tidak terlalu suka dibantu orang lain karena baginya akan membuat orang lain susah.

“yang memeriksa harus lebih bersih dari yang diperiksa”

-M. Jusuf-

M. Jusuf Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1983 – 1993)

Di awal – awal kepemimpinannya, ia memerlukan waktu untuk beradaptasi di dunia sipil yang baru di jalani. Ia sempat meminta nasihat kepada Bung Hatta mengenai jabatan yang diembannya. Latar belakang militernya membuat ia bingung harus bertanggung jawab kepada siapa BPK itu, karena posisi BPK sejajar dengan Presiden dan DPR. Bung Hatta memberi nasihat bahwa sebagai ketua BPK, hal yang paling utama adalah bertanggung jawab kepada diri sendiri. Kejujuran dan moral harus dijaga. Itu yang menjadi pegangan Umar Wirahadikusumah selama menjabat.

Umar Wirahadihkusumah Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1973 – 1983)

Ia seorang Letnan Jenderal. Sebagai seorang bapak, ia mengajarkan kedisiplinan, ketegasan, tanpa kekerasan. Kejujuran menjadi nilai utama yang ia ajarkan kepada anak – anak dan cucu – cucunya.

“Jagalah nama baik Suprayogi”

Adalah pesan yang disampaikan kepada anak –anaknya bermaksud agar kapan pun dan dimana pun mereka berada, harus menjaga sikap dan perilaku yang baik.

Dadang Suprayogi Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1966 – 1973)

Raden Mas Dorodjatun atau Sri Sultan Hamengkubowono IX merupakan sosok ayah yang berpikiran terbuka dan mau menerima saran dari anak – anaknya. Beliau juga sosok yang sederhana, yang tidak akan membeli sesuatu jika tidak diperlukan. Jika ada sesuatu benda yang masih bisa dipakai, beliau tidak membeli benda baru yang sama hingga benar – benar rusak.

Sri Sultan Hamengkubowono IX Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1964 – 1966)

Mantan gubernur sunda kecil ini adalah seseorang yang disiplin, jujur dan pendiam. Ia paham betul bagaimana mengajarkan anak – anaknya untuk tidak jadi anak yang manja. Meski memiliki mobil dinas, ia justru menganjurkan anak – anaknya naik trem untuk bersekolah.

I.G.K.Pudja Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1961 – 1964)

A. K. Pringgodigdo adalah sosok ayah yang sayang terhadap anak – anaknya. Sosok pemimpin yang berfikiran terbuka, loyal, sedikit berbicara, dan banyak berbuat, juga sosok yang sangat teguh pendiriannya.

A. K. Pringgodigdo Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1957 – 1961)

R. Soerasno adalah sosok bapak yang sedikit berbicara namun suka bersenda gurau dengan putri-putrinya. Ia sosok
yang suka memberi nasehat melalui perbuatan. Contoh, setiap bepergian dengan mobil dinas BPK, ia selalu
membedakan urusan keperluan bensin yang ia  pakai untuk urusan kantor dan urusan pribadi. Jangan sampai ada jatah bensin yang disiapkan untuk keperluan kerja namun terpakai juga untuk urusan pribadi

R. Soerasno Ketua @ Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (1957 – 1961)